Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) merupakan salah satu sekolah kedinasan yang berada di bawah Badan Intelijen Negara (BIN). Bagi calon pendaftar yang tertarik pada bidang intelijen, STIN menjadi jalur untuk menempuh pendidikan kedinasan dengan status ikatan dinas, sehingga lulusannya berpeluang diangkat menjadi aparatur sipil negara di lingkungan BIN.
Ringkasan STIN 2026
5
Program Studi (S1 & Sarjana Terapan)
4 Tahun
Masa Pendidikan (8 Semester)
18–30 Agt 2026
Pendaftaran Seleksi
BIN
Instansi Pembina (Ikatan Dinas)
Apa Itu STIN?
STIN adalah perguruan tinggi kedinasan yang menyelenggarakan pendidikan di bidang intelijen negara. Kampus STIN berlokasi di kawasan Sumur Batu, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sebagai sekolah kedinasan di bawah BIN, STIN menerapkan pola pendidikan dengan status ikatan dinas, sehingga lulusan yang dinyatakan memenuhi syarat dapat diangkat menjadi calon aparatur sipil negara di lingkungan intelijen negara.
Pendidikan di STIN dirancang untuk membekali peserta didik dengan kompetensi analisis intelijen, pengamanan informasi, hingga intelijen ekonomi dan keuangan. Seluruh biaya pendidikan ditanggung oleh negara selama masa studi, sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk sekolah kedinasan.
Catatan: Pendaftaran STIN 2026 dilakukan secara terpadu melalui portal SSCASN BKN (sscasn.bkn.go.id), bukan melalui situs mandiri. Calon pendaftar diimbau untuk mewaspadai segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan panitia seleksi STIN.
Program Studi STIN
Berdasarkan situs resmi STIN, terdapat lima program studi jenjang sarjana dan sarjana terapan yang dibuka untuk penerimaan taruna baru:
Agen Intelijen
Program Sarjana (S1) untuk kompetensi operasional intelijen di lapangan.
Analis Intelijen
Program Sarjana (S1) untuk kompetensi analisis dan pengolahan informasi intelijen.
Keamanan dan Intelijen Siber
Sarjana Terapan untuk kompetensi keamanan siber dan intelijen dunia maya.
Intelijen Teknologi
Sarjana Terapan untuk kompetensi pemanfaatan teknologi dalam kegiatan intelijen.
Keamanan Ekonomi & Intelijen Keuangan
Sarjana Terapan untuk kompetensi intelijen di bidang ekonomi dan keuangan.
Syarat Pendaftaran STIN 2026
Secara umum, persyaratan pendaftaran STIN mengikuti ketentuan seleksi sekolah kedinasan yang ditetapkan BKN, ditambah ketentuan khusus dari BIN sebagai instansi pembina. Berikut persyaratan umum yang perlu dipenuhi calon pendaftar:
| Aspek | Ketentuan |
|---|---|
| Kewarganegaraan | Warga Negara Indonesia (WNI) |
| Pendidikan | Lulusan SMA/SMK/MA sederajat (tahun kelulusan sesuai ketentuan) |
| Usia | Minimal 16 tahun dan maksimal sesuai batas yang ditetapkan (umumnya 22 tahun) |
| Kesehatan | Sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna |
| Kondisi fisik | Memenuhi tinggi badan minimal dan tidak bertato/bekas tato (sesuai ketentuan BIN) |
| Kelakuan baik | Berperilaku baik, dibuktikan dengan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) |
| Status hukum | Tidak pernah terlibat tindak pidana atau pelanggaran hukum |
Penting: Ketentuan detail terkait tinggi badan, batas usia, dan nilai rapor minimum dapat berbeda setiap tahun dan antar program studi. Calon pendaftar wajib merujuk pada pengumuman resmi seleksi STIN 2026 di portal SSCASN dan situs resmi stin.ac.id sebelum mendaftar.
Jadwal Seleksi Sekolah Kedinasan 2026
STIN mengikuti jadwal seleksi sekolah kedinasan terpadu yang ditetapkan BKN. Berikut tahapan dan tanggal penting berdasarkan Surat Dinas BKN Nomor 5249/B-KS.04.01/SD/K/2026:
| Tahapan | Periode |
|---|---|
| Pengumuman Seleksi | 15 – 24 Agustus 2026 |
| Pendaftaran Seleksi | 18 – 30 Agustus 2026 |
| Seleksi Administrasi | 18 Agustus – 1 September 2026 |
| Pembayaran PNBP SKD | 11 – 15 September 2026 |
| Pelaksanaan SKD (CAT BKN) | 22 September – 7 Oktober 2026 |
| Seleksi Lanjutan | 11 – 28 Oktober 2026 |
| Pengumuman Kelulusan Akhir | 21 Oktober – 1 November 2026 |
Alur Pendaftaran STIN 2026
Berikut alur pendaftaran seleksi sekolah kedinasan STIN melalui portal SSCASN:
Daftar di portal sscasn.bkn.go.id menggunakan NIK dan data kependudukan yang valid.
Lengkapi data diri, pilih instansi BIN (STIN), dan unggah dokumen persyaratan sesuai ketentuan.
Panitia memverifikasi kelengkapan dan keabsahan dokumen yang diunggah.
Mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar dengan 110 soal (TWK 30, TIU 35, TKP 45).
Tes kesehatan, kesamaptaan jasmani, psikotes, dan wawancara sesuai ketentuan BIN.
Hasil akhir diumumkan oleh BIN melalui portal SSCASN dan kanal resmi STIN.
Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)
SKD merupakan tahap awal seleksi yang menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT) BKN. Materi yang diujikan terdiri atas tiga komponen dengan total 110 soal:
- Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) — 30 soal
- Tes Intelegensia Umum (TIU) — 35 soal
- Tes Karakteristik Pribadi (TKP) — 45 soal
Nilai ambang batas (passing grade) SKD mengikuti ketentuan yang ditetapkan untuk seleksi sekolah kedinasan 2026. Calon pendaftar disarankan untuk berlatih soal SKD secara rutin guna membiasakan diri dengan pola soal dan manajemen waktu pengerjaan.
Tips persiapan: Fokus pada materi TWK yang menuntut pemahaman kebangsaan, latih kecepatan hitung untuk TIU, dan pahami prinsip pelayanan serta integritas untuk TKP. Konsistensi berlatih tryout lebih menentukan dibanding belajar mendadak menjelang ujian.
Baca Juga
Jadwal Final Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026: 9 Instansi dan Cara Daftar
Perbedaan PKN STAN, STIS, IPDN, dan Poltek SSN: Panduan Memilih Sekdin
Sekolah Kedinasan yang Lulus Langsung Jadi PNS 2026
Persiapkan Diri untuk Seleksi Sekolah Kedinasan
Latihan soal SKD secara konsisten membantu calon pendaftar mengenali pola ujian dan mengelola waktu dengan baik.